Saturday, 3 May 2014

Evie Tamala - Mega Hits Dangdut: Duka (1996)

Kepergian orang yang sangat disayangi adalah menyakitkan sampai ke hulu hati nyerinya bukan kepalang. Rabu, 23 April 2014 adalah hari yang sangat berkelam duka dan berurai air mata. Berikut
Kronoligis Kisah Suka dan Duka:

Sebelum Mama pergi dari alam fana ini, Mama memang sedang sakit dinyatakan hasil rogten tgl 18 Januari 2014 bahwa Mama sakit pengapuran tulang, komplikasi Jantung, Paru-paru, dan Empedu. Sakit tulang sudah mulai reda tetapi Mama masih merasakan sakit luar biasa pada dadanya. Akhirnya rawat jalan di Dokter Spesial Dalam, Paru-paru sampai Jantung.

Tanggal 23 April 2014 itu adalah hari bersamaan pernikahan keponakanku dengan wafatnya Mamaku. Sebelum pernikahan terjadi, Mba'yu aku nyewa dukun manten (Tata Rias) utk merias pengantin sebelum 3 hari hari H minta dibatalin karena terjadi tidak kecocokan entah kurang lengkap perlengkapannya walau harga naik dan untuk foto terlambat, keponakanku tidak mau karena tidak komitmen sesuai perjanjian makanya dibatalin, nah tetapi karena Dukun Manten sudah pesan bunga yang dirangkai, konon pembuat bunga itu membuat sumpah yang tidak baik untuk calon pengantin dan keluarganya tetapi faktanya karena kekecewaan dukun manten itu yang melakukan kata sumpah yang tidak baik. Karena sumpah itu, dari kami tidak mau su'udzon dan tetap menjalin silaturahmi dengan dukun manten tsb begitu juga ingin sebaliknya.

Pukul 03.00 aku terbangun ingin buang air kecil dan sekalian ambil wudhu dan tahajud, ketika berjalan aku memandang wajah Mama yang nampak pulas tidur, dalam fikir dan hatiku, "Kapan Mama sembuh?" setelah itu langsung ke kamar kecil dan ke tempat sholat setelah itu aku masih memandangi wajah Mama, lalu aku buka laptop dan mengerjakan sesuatu, baru beberapa saat kakak perempuan aku histeris berteriak sekencang-kencangnya sambil menuntun kalimat tayibah ternyata Mama telah tiada, akupun ikut menangis dan mondar-mandir memanggil 2 kakak laki-lakiku ke rumahnya masing-masing, dan ke rumah Pamanku tetapi yang dipanggil sedang buang air besar dan pendengarannya kurang jadi salah faham, pamanku mengira dipanggil untuk datang ke Kakakku yang mau mantu.

Wajah segar dan tubuh hangat masih terasa di tubuh Mama, karena Beliau pergi dengan sangat mendadak, alhamdulillah masih kelihatan kaya orang tidur masih berseri walau sedang dimandiin di kala hidupnya dan masih keadaan sakit tetap sholat 5 waktu dan beliau tidak mau diam inginnya beraktiftas dan bekerja untuk menghasilkna sesuap nasi padahal beban itu biar aku saja yang nanggung tapi Beliau tidak mau, Sejak aku kecil Mama sudah jadi tulang punggung keluarga, meski ada Bapak tetapi Bapak tidak bisa bekerja seperti Mama, mudah-mudahan khusnul khotimah. Kakakku yang hajatanpun jam 5-an udah di rumah Mama sampai kami sekeluarga tersedu berurai air mata walau dicegah dan dicoba biar tidak berurai air mata tapi tetap mengalir. Prosesi pemakamanpun berjalan sampai pemakaman. Soal pemakaman, sebenarnya dari keluarga Mama inginnya di pemakaman seberang walau satu desa tetapi dari pihak Bapak tidak diperkenankan, akhirnya perintah Bapak dituruti pemakamanpun berjalan lancar. Tetapi lihat pemakaman Mama di sampingnya ada kali dan seberangnya tempat untuk BAB, masya ALLAH, Bapakku memang egois, kalau toh di pemakaman yang dekat jangan dekat pemandangan tersebut, minimal dekat jalan utama desa, Ya walaupun pemakaman di pinggir Jalan Raya/Jalan Utama Desa banyak yang mengucapkan salam untuk ahli kubur.

Maghribpun berjalan, usai maghrib kita Yasinan, sampai tahlilan berjalan lancar tetapi di rumah kakak perempuanku yang sedang menantu terjadi insiden berupa lampu penerang pada mati dan terbakar bukan satu/dua lampu lalu dua keponakanku terkapar pingsan, yang satu pingsan sampai jam 22.00 sedang yang satunya sampai jam 01.00 dini hari dan akhirnya di bawa ke rumah sakit, sampai sekarang masih di opname. Semoga dari ceirta ini ada hikmahnya.

Artis    : Evie Tamala
Musik  : Alik Ababiel
Prod.   : MSC Records

Side A
A1. DUKA, cipt. Evie Tamala
A2. DI BAWAH SINAR BULAN, cipt. Asmin Cayder
A3. GADIS MISKIN, cipt. Muchtar B
A4. NELONGSO, cipt. Mas Cm
A5. JANGAN DILAWAN, cipt.
A6. RAHASIA CINTA, cipt. Imam S Arifin/Latief Khan/Evie Tamala
A7. ADUH SAYANG, cipt. Muchtar B
A8. RUMAH BAMBU, cipt. Muchtar B
A9. CINTA KETOK MAGIC, cipt. Nano S

Side B
B1. LILIN-LILIN PUTIH, cipt. Evie Tamala
B2. RAMBUT, cipt. Eddy Lestaluhu
B3. KANGEN, cipt. Manthou’s
B4. REMBULAN MALAM, cipt. Aziz Thalib
B5. DOKTER CINTA, cipt. Muchtar B
B6. CINTA PARABOLA, cipt. Nano S 
B7. KANG MAS, cipt. Eddy Lestaluhu
B8. HARI-HARI CINTA, cipt. Muchtar B
B9. SENANDUNG REMBULAN, cipt. Aziz Thalib
LIRIK LAGU
DUK4
Kemana langkah kakiku berpijak
selalu kubawa drimu di jiwa
bayang-bayang menggoda
halus menembus rasa
saat- saat bahagia
telah berganti duka

Seandainya aku mampu membuat dirimu kembali
hati ini tak kan beku karena merasa sendiri
Seandainya aku mampu membuat dirimu kembali
hati ini takkan beku karena merasa sendiri
Bagai mimpi saat kusadari
dirimu kini tiada
Disisiku lagi

Kemana langkah kakiku berpijak
selalu kubawa drimu di jiwa
bayang-bayang menggoda
halus menembus rasa
saat- saat bahagia
telah berganti duka