Tuesday, 30 April 2013

Evie Tamala - Sesuap Nasi/Gubuk Derita II (1987)

Utje Arfina adalah nama panggung dari Cucu Suryaningsih yang kemudian tenar dengan nama Evie Tamala atas ide dari Ari Wibowo (Madu & Racun) setelah teken kontrak di rumah produksi MSC Records. Album ini adalah album perdana Evie Tamala yang hasilnya belum memuaskan.
Artis     : Evie Tamala
Musik   : OM. Beewafa, Pimp. Muchtar B
Prod.    : Golden Melodi Records

Side A
A1. SESUAP NASI, cipt. Muchtar B
A2. BULAN SABIT, cipt. Muchtar B
A3. NASI DAN GARAM, cipt. Muchtar B
A4. ENGGAK LAGI-LAGI DEH, cipt. Eddy Lestaluhu
A5. BERSILAT LIDAH, cipt. Bakar AS

Side B
B1. GAUN KENANGAN, cipt. Muchtar B
B2. PUCUK CINTA ULAM TIBA, cipt. Mamat T
B3. MAU BILANG APA, cipt. Meggy Z
B4. RATAPAN CINTA, cipt. Eddy Lestaluhu
B5. BAYANG-BAYANG CINTA, cipt. Muchtar B

LIRIK LAGU

B4Y4N6-B4Y4N6 C1NT4

Mungkinkah  hidupku akan terus begini
sudah tiga kali aku gagal bercinta
kalau tak takut dosa aku berputus asa
aku tak ingin lagi mengenal cinta

Mungkinkah  hidupku akan terus begini
sudah tiga kali aku gagal bercinta
putus cinta pertama ditinggal pergi
kedua dan ketiga ditinggal kawin

Reff:

Tengah malam tidurku sering terjaga
bayang-bayang cinta selalu menggoda
hatiku menagis kesepian ***

Derai air mataku menyiram luka
bayang-bayang cinta selalu menggoda
hatiku merintih kepedihan ***
Bilakah berakhir semua derita


535U4P N451


Sesuap nasi tak dapat aku makan
seteguk air tak dapat aku minum
di dalam hati ini gelisah
bila ku ingat padamu ***


Sesuap nasi tak dapat aku makan
seteguk air tak dapat aku minum
bila datang hati rindu
rindu dalam kepedihan ***

Reff:

Sepiring nasi kita makan berdua
air segelas kita minum bersama
ku sangka panas hingga sampai ke petang
tapi nyatanya hujan di tengah hari

Cintamu ***
cintaku ***
putus di jalan

G4UN K3N4N64N

Gaun merah ini jadi saksi pertama
waktu kau berkata ku jadi milikmu
dingin angin malam membelai membuai
 hubungan cintaku berselimut dosa

Gaun merah ini jadi saksi pertama 
kenangan yang manis berakhir kepahitan 

Reff:
Satu bulan lagi pernikahan
kau berpulang menghadap Ilaahi
kini tinggal noda-noda cinta
penyesalan yang tiada berarti

Mungkinkah takdir ini
harus ku terima