Friday, 19 April 2013

Endang Triana - Teralis Siksa (2002)

Artis   : Endang Triana
Musik : Harry B (A1-A4)
Prod.  : Mahkota Records

Side A
A1. TERALIS SIKSA, cipt. Uci Bebasari, by Endang Triana
A2. MENANTI KEPASTIAN, cipt. Timoer Priyono, by Endang Triana
A3. SEPONDOK DUA CINTA, cipt. Asmien Cayder, by Lina Silvia
A4. SEPONDOK DUA CINTA, cipt. Asmien Cayder, by Rana Rani
A5. RAHASIA SUKMA, cipt. M. Harris, by Riza Umami

Side B
B1. BULAN DI RANTING CEMARA, cipt. Toto Ario, by Yusnia
B2. DTINGGAL ASMARA, cipt. Rahman, by Riza Umami
B3. CINTA BERAWAN, cipt. Toto Ario, by Beda Komala
B4. DUNIA MILIK KITA BERDUA, cipt. Asdi Noor, by Beda Komala
B5. SERULING ASMARA, cipt. Asmin Cayder, by Beda Komala

LIRIK LAGU

T3R4L15 51K54

Teralis putih perak
yang dahulu kau pagarkan aku
tak ku sangka kejam kau jadikan 
rangkaian belenggu siksa
yang memasung kehidupanku

diriku engkau nikahi
lalu kau tinggalkan pergi
bertahun aku menanti 
kembali tidak ... nafkahpun tidak... ceraikanpun tidak ...

Teralis putih perak
akad suci pernikahan kita ***

Reff:
Bukankah dulu kau bilang kepergianmu
demi kebahagiaan diriku ini
tetapi apalah kini yang ku rasakan
hidup terkatung bagai rumah tak bertuan

Kau nistakan diriku dalam pelimbahan
dibilang istrimu bukan
dikatakan jandamu bukan

M3N4NT1 K3P45T14N

Cermin yang berdebu sesuram hatiku
ketika bayang-bayang menghangatkan
kini t'lah menghilang ***

Wajah kusut kusam dalam kaca usang
menanti kepastianmu oh ... sayang
bukan hanya angan-angan

Reff:
Sampai kapan lagi ku harus menunggu
kau datang kembali memebawa rindumu
sampai kapan lagi ku harus bertahan
dalam janji-janji yang lama ku genggam

Lelah hati ini ***
lelah jiwa ini ***
benih cinta yang kau tanamkan
jadi tanda tanya ***

S3P0ND0K DU4 C1NT4

Tiada mungkin satu pondok ada dua cinta
biarlah aku yang mengalah
dari pada batinku tersiksa

Tiada mungkin satu ranjang ada tiga nyawa
di mana perasaan hatimu
bunuh aku jika kau perlu

Reff:
Sekejam-kejamnya lelaki buaya
tapi tak sekejam engkau yang durjana
setega-teganya penghianat cinta
tapi tak setega dirimu yang durhaka

Mana mungkin dia menjadi maduku
sedangkan kau tahu dia adik kandungku