Friday, 7 December 2012

Evie Tamala - Rambut (1992)

Setelah sukses dengan 2 album pop sunda, Evie Tamala kembali mengeluarkan album dang dutnya. Kali ini dengan penampilan khusus Doyok untuk lagu Rambut yang juga menjadi judul album terbarunya.
Lama tidak mengeluarkan album dangdut, ternyata kehadiran album Rambut mendapat sambutan yang sangat baik. Kaset inipun laris manis di pasaran. Alhamdulillah, saya memiliki koleksi album ini.
Ada satu lagu dalam album ini , yaitu lagu Nelongso yang bernuansa dang dut etnik jawa ini mampu dibawakan dengan sangat baik oleh Evie Tamala.

Artis     : Evie Tamala Feat Doyok (Bintang Tamu)
Musik   : Hendro Saky, Aliek Ababiel
Prod     : MSC Records


Side A
1. RAMBUT, cipt. Eddy Lestaluhu
2. JANGAN DILAWAN, cipt. Eddy Lestaluhu
3. KU RACHA, cipt. Hendro Saky
4. LUKA DI ATAS LUKA, cipt. Evie Tamala
5. KAU PILIHAN HATIKU, cipt. B. Makayock


Side B
1. GOYANG DUNIA, cipt. Agoes Cokro/B. Makayock
2. NELONGSO, cipt. Mas CM
3. SAKSI KEBOHONGAN, cipt. Agoes Cokro/B. Makayock
4. SABAR, cipt. Yus Yunus



LIRIK LAGU

Rambut

Rambut, rambut siapa ini kasih, bikin tak enak hati. Di kemeja putih ini kutemukan. Aduh aduh aduh sakitnya. Semalam engkau kemana, semalam makan dimana, semalam duduk dimana? ( Mana mana mana ) Siapa sama siapa? ( Bukan siapa siapa ). Aku..aku..aku benci kamu.
Rambut rambut siapa ini kasih, bikin tak enak hati.
* Gara-gara rambut itu hari-hari ku terganggu. Oh aku takut kehilanganmu
Gara-gara rambut itu hari-hari kucemburu. Oh engkau bohong di belakangku
Ada rambut lain
( Rambutku sendiri ). Rambut-rambut cinta yang lain


Jangan Dilawan

Lebih baik mengalah ya nona, jangan jangan dilawan. Orang lagi biasa ya nona, jangan jangan dilawan. Dia juga tak tahan kalau kita diamkan. Kunci saja semua pintu jangan dibuka, lihat saja dua tiga hari dia pasti nyembah-nyembah lagi. ( minta inilah, minta itulah. Kunci deh….)
Lebih baik mengalah ya nona, jangan jangan dilawan
*Laki-laki punya kekuatan. Laki-laki punya kekuatan, kita-kita punya kelembutan dalam bercinta ada ketulusan.
Cari-cari dalih kepuasan, kita-kita lebih memuaskan karena cinta ada kejujuran.
Yang busuk disimpan berbau juga, yang baik disimpan tak akan kemana.


Luka Di Atas Luka

( Kalau memang ini keputusan Tuhan aku rela menerimanya. Betapapun harus kurasakan sakit dan pedihnya. Kasih, aku takkan menangis, walaupun harus berakhir dengan perpisahan )

Rasa tak percaya aku mendengarnya, dia putuskan cinta dengan tiba-tiba. Mengapa dia tambah pula dengan menuduhku, khianati cinta dengan perbuatan nista. Rasa tak percaya aku mendengarnya.
*Masih terasa sakit atas putusannya, bertambah pedih dengan semua tuduhannya.
Umpama luka telah tergores di tubuh, disiram pula dengan asam cuka.
Sungguh derita diatas derita, sungguh luka diatas luka.



Goyang Dunia

 Dulu banyak orang yang mengatakan kalau musik dang dut katanya kampungan. Hiburan murahan golongan rendahan mereka tertawa aha ha ha menghina. Sang bumi berputar, zaman berubah. Dulu bilang berisik kini bilang syik asyik asyik asyik.
*Lihat-lihat di sana tua maupun muda. Mereka terlena alunan iramanya.
Dari gubuk derita sampai istana raja, semua bergoyang duhai berjoget dangdut. Ini goyang dangdut, goyang dunia.



Nelongso

Pahit roso jamu ra koyo atiku, bukan karna hidup kekurangan tetapi karna sikapmu tlah berubah. Manisnya cintamu tak lagi kurasakan, seakan diriku kau anggap bagai pembantu. Pahit roso jamu ra koyo atiku.
*Nelongso atiku nelongso, malam malam dingin temanku bantal guling dan air mata.
Nelongso atiku nelongso, kemana ku harus mengadukan nasibku yang ku derita.Menyesal dulu aku lari, dari rumah mengikutimu.
Dudu rojo brono sing tak karepake, tapi kasih sayangmu padaku seperti saat kita masih pacaran. Begitu sayangnya dirimu kepadaku, engkaupun tak rela nyamuk menyentuhku. Dudu rojo brono sing tak karepake…


Saksi Kebohongan

Bagai petir di siang hari setelah kubaca undanganmu. Esok engkau bersama dia membina mahligai rumah tangga. Jelas sudah kini kasih, kau membuat aku patah hati.
Bagai petir di siang hari setelah kubaca undanganmu.
*Matamu yang indah seindah bintang, hanya untuk melihat dia yang lain.
Bibirmu yang manis semanis madu, hanya untuk berjanji, berjanji palsu.
Dialah undangan yang jadi saksi kebohongan



Sabar 

Sabar, sabar kata mas Sabar. Heran aku benar-benar, apakah diriku kurang bersabar pada mas Sabar.
Semakin aku bersabar, semakin aku tersadar, aku takut kamu nanti bohong. Lalu aku kamu lempar aku pasti kan terlantar. Lalu aku kamu lempar aku pasti kan terlantar.
Sadar, sadar mas Sabar sadar.
*Usiaku sudah lewat dua lima, tapi belum ada kata darimu sayang kapan kau kan melamar.
Jangan hanya janji yang kau ucapkan, tapi kepastian yang aku tunggu-tunggu dari hari ke minggu.
Lima tahun pacaran tak pernah dikenalkan pada calon mertua, aku jadi curiga